Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.
Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.

Sudut_Lingkaran · @Sudut_Lingkaran
Words
968
Runtime
7:25
Speaking pace
131wpm
Reading time
4min
131 words per minute, below the 160 25th percentile of 349 measured videos. That distribution comes from the 349-video hook study.
Opening (first 30 seconds)
Jadi, Pak Kalapas, enggak ada yang nyuruh lagi selain Bapak? Apa alasan Bapak untuk me Enggak apa-apa. Memindahkan semua itu. Pak. Menteri kalau diundang di Komisi 13 wajib hadir, Pak. Figur tadi itu loh yang ada di Kasikamtib tadi sudah berapa lama? Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Yang pertama, saya konsen terhadap petugas. Petugas ini secara administratif telah diberikan banyak fasilitas. Termasuk rumah dinas.
66 words, the words spoken in the first 30 seconds at 131 words per minute.
Free, no signup. See how the first 30 seconds hold attention, with rewrites.
Sentence shape
| Measure | This transcript |
|---|---|
| Sentences | 159 |
| Average words per sentence | 6.1 |
| Longest sentence | 29 words |
| Questions asked | 36 |
| Sentences containing a number | 10 |
Most used terms
Free, no account. See where attention is likely to drop, with a rewrite for each weak line. The free check shows the scores and the one issue costing the most. Or run it on the words above first.
Free · No login · See a sample audit first if you prefer.
What this transcript is
Every word below is the caption track YouTube publishes for this video, pulled from the video itself and reproduced unchanged. It is not Prepublish's writing, not a summary, and not a re-transcription: it is the video's own published captions. Indonesian captions, generated automatically by YouTube, in the video’s original language. Source: the video on YouTube. A channel that would rather this page did not exist can ask for its removal through the contact page, and it is removed.
No Script X-ray for this video: YouTube shows a Most replayed graph only once a video has enough views.
Jadi, Pak Kalapas, enggak ada yang nyuruh lagi selain Bapak? Apa alasan Bapak untuk me Enggak apa-apa. Memindahkan semua itu. Pak. Menteri kalau diundang di Komisi 13 wajib hadir, Pak. Figur tadi itu loh yang ada di Kasikamtib tadi sudah berapa lama? Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Yang pertama, saya konsen terhadap petugas. Petugas ini secara administratif telah diberikan banyak fasilitas. Termasuk rumah dinas.
Yang kemarin begitu viral hasil temuan dari Ombudsman. Yang 2 hari kemudian apa yang nampak dalam video itu, itu hilang dalam sekejap. Dan saya lihat Pak Menteri bingung. Kok ini berbeda? Ini saya minta satu pertanyaan dijawab sama Pak Kalapas. Itu yang memerintahkan memindahkan semua barang-barang temuan Ombudsman. Hilangnya sofa, hilangnya eee AC, tidak adanya lagi eee foto yang ada di meja dan seterusnya itu, siapa yang memerintahkan memindahkan itu, Pak Wisnu?
Siapa, Pak? Bapak yang nyuruh? Jadi, Pak Kalapas, enggak ada yang nyuruh lagi selain Bapak? Apa alasan Bapak untuk me Enggak apa-apa. Memindahkan semua itu. Pak, pakai mic, Pak. Pakai mic, Pak. Ya, pakai alat kekerasan, Pak. Ah, itu dia. Itu kan rumah dinas Bapak. Siap. Silakan, Pak. Siap. Mohon izin, Bapak. Yang memerintahkan adalah saya, Bapak. Kenapa Anda perintahkan? Siap. Izin, Bapak. Karena barang-barang tersebut bukan barang milik negara, Bapak.
Yang memasukkan barang-barang itu siapa? Eee petugas tersebut, Bapak. Siapa yang memerintahkan barang-barang itu masuk? Petugas tersebut, Bapak. Siapa namanya? Eee penanggung jawab rumah tersebut adalah Kepala Seksi Kamtib, Bapak. Anda menjadi Kalapas dalam catatan saya, Siap. ini 3 tahun bulan Oktober besok. Siap. Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk. Yang bukan pada tempatnya. Kenapa baru kemarin? Setelah Ombudsman datang ke sana.
Ya, mohon izin Bapak. Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami, Bapak. Bapak jangan bohonglah. Enggak, ini disaksikan oleh semua publik, Pak. Ya. Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana. Dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri. Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak. Ini enggak bisa dibenarkan. Ya. Jadi Bapak mendingan jujur, terbuka di sini, itu mungkin bisa meringankan.
Jadi jangan main-main dengan kecerdasan publik, Pak. Jangan bilang AC rusak. Kemudian dicopot, di mana pernah ada AC dicopot, Pak? Yang ada diperbaiki, diservis. Jangan bikin kebohongan lagi, Pak. Ya, Anda 3 tahun loh di sana loh, itu untuk ukuran Pak UPTD itu terlalu lama. Dan ini nanti Pak Dirjen ini tanggung jawab. Terhadap fungsi pengawasan, Pak Irjen nanti juga harus masuk ke situ. Ya. Kemudian saya ingin tanya, Pak.
Ini di sini di catatan dari progres ya yang disampaikan tadi oleh Pak Dirjen. Itu ada figura ya bingkai foto atas nama Jimmy Masrin. Iya kan? Ini ada di rumah siapa, Pak Kalapas? Ya, di rumah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Bapak. Mana orangnya? Ya, tidak masuk, Bapak. Loh, kenapa enggak diajak? Yang bersangkutan sakit hari ini, Bapak. Sakit apa? Demam, Bapak. Ada surat dokternya? Belum kami terima, Bapak. Pak Kalapas.
Jangankan Kasie. Menteri kalau diundang di Komisi 13 wajib hadir, Pak. Kecuali Menteri dipanggil Presiden. Baru bisa izin. Ini urusan penting. Ya. Jadi jangan main-main Pak dengan publik. Jangan main-main dengan pengawasan. Di sini ditulis ada yang mengaku punya sofa, punya ini, punya ini. Ya. Bagaimana cerita figuranya Mas Rinto Jimmy Mas Rinto bisa ada dalam ruang rumah dinas. Pertanyaan saya Pak Kalapas. Anda 3 tahun di sana.
Sudah berapa lama Anda tahu Pak Jimmy Mas Rinto ada di situ? Iya Bapak mohon izin kami mendapatkan informasi atas nama tersebut kurang lebih eh Jangan bohong ya Pak. Siap Bapak. Berapa lama sekali? 3 bulan Bapak. Mohon izin menjelaskan Bapak. Eh atas nama tersebut masuk ke Lapas Cipinang. Bukan. Figur tadi itu loh yang ada di Kasikamtib tadi sudah berapa lama? Mohon izin menjelaskan Bapak bahwa figura tersebut setelah kami tanya ke Kasikamtib Bapak bahwa pada hari Selasa tanggal 22 tim Kamtib melakukan razia ke blok hunian Bapak.
Lalu eh menemukan beberapa barang terlarang Bapak. Dan Pak saya ingatkan ya. Siap Bapak. Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan. Siap Bapak. Ini rakyat lihat. Siap Bapak. Makanya saya tanya sejak kapan figura itu ada? Sejak kapan kulkas itu ada? Sejak kapan sofa-sofa itu ada di situ? Siap Bapak. Ini barang gede Pak. Pertanyaan sedikit saya Pak. Di area situ ada CCTV enggak Pak? Tidak ada Bapak. Kenapa tidak ada? Karena yang CCTV kami pasang hanya di blok-blok dalam.
Kenapa tidak ada? Anda 3 tahun loh di sana. Siap. Menurut Anda penting enggak ada CCTV di situ untuk pengamanan? Penting Bapak. Kenapa enggak dipasang? Siap Bapak. Hah? Apa hanya untuk menutupi memberi fasilitas kepada warga binaan? Tidak Bapak. Terus kenapa enggak dipasang? CCTV kami pasang di area-area tertentu, Bapak, di blok hunian dan Iya, kenapa di rumah dinas enggak dipasang CCTV, Pak? Siap, Bapak. Itu kan tempat vital juga.
Siap. Jadi, kalau jawab jangan asal jawab, Pak. Siap. Kan aneh, Anda 3 tahun di sana, ada 3 periodik anggaran, Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV, kan konyol namanya ini. Siap, Bapak. Padahal kalau itu ada, selesai kok. Kita tahu siapa yang keluar masuk di situ, siapa yang angkat-angkat barang di sana. Iya, kan? Ini kita harus jelaskan ke publik, Pak, sejelas-jelasnya, setenang-tenangnya. Oke, terima kasih, Pak Kalapas.
Siap, Bapak. Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau Lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata, ya, bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan. Ya, kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses.
Ini, Pak Dirjen, masih sanggup enggak, Pak, ngurusin ini, Pak? Masih. Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Semua ini di dalam penguasaan Pak Dirjen. Kalau Pak Dirjen enggak sanggup menata, ya, mem merotasi, ya, melakukan reward and punishment kepada seluruh petugas Lapas, lebih baik Bapak berhenti. Biar digantikan yang lain. Ini catatan saya berikutnya, Pak.
The words are the caption track's own and nothing is reworded or re-transcribed. Paragraph breaks are placed between sentences so the text reads as prose.
Free tools for your own script: paste a draft and see where it stands before you record it.
Paste your draft and see where viewers are likely to drop off, with a rewrite for each weak line.
Paste the first 30 seconds of your own draft for a hook score and rewrites.
Check your draft against YouTube's advertiser-friendly guidelines before you record it.
Read this channel's public videos and transcripts, and download a writing brief for it.