Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.
Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.

Sudut_Lingkaran · @Sudut_Lingkaran
Words
1,503
Runtime
10:48
Speaking pace
139wpm
Reading time
6min
139 words per minute, below the 160 25th percentile of 349 measured videos. That distribution comes from the 349-video hook study.
Opening (first 30 seconds)
Ini otak ini, mana ini anak-anak ini? Tolong-tolong. Ini protes tolol ini namanya. Ketidakmampuan melihat arah sejarah menyebabkan Republik kehilangan arah. Kenapa? Semua oposisi marah ke segala arah. Marah ke segala arah artinya marah tanpa arah. Tolol, goblok, bego. Eh, hobi saya itu naik gunung bukan naik kursi menteri itu. Orang itu datang maka saya akan dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya menolak. Oh, ya. Alasan gua menolak apa? Maksimalnya
70 words, the words spoken in the first 30 seconds at 139 words per minute.
Free, no signup. See how the first 30 seconds hold attention, with rewrites.
Sentence shape
| Measure | This transcript |
|---|---|
| Sentences | 202 |
| Average words per sentence | 7.4 |
| Longest sentence | 45 words |
| Questions asked | 38 |
| Sentences containing a number | 2 |
Most used terms
Free, no account. See where attention is likely to drop, with a rewrite for each weak line. The free check shows the scores and the one issue costing the most. Or run it on the words above first.
Free · No login · See a sample audit first if you prefer.
What this transcript is
Every word below is the caption track YouTube publishes for this video, pulled from the video itself and reproduced unchanged. It is not Prepublish's writing, not a summary, and not a re-transcription: it is the video's own published captions. Indonesian captions, generated automatically by YouTube, in the video’s original language. Source: the video on YouTube. A channel that would rather this page did not exist can ask for its removal through the contact page, and it is removed.
No Script X-ray for this video: YouTube shows a Most replayed graph only once a video has enough views.
Ini otak ini, mana ini anak-anak ini? Tolong-tolong. Ini protes tolol ini namanya. Ketidakmampuan melihat arah sejarah menyebabkan Republik kehilangan arah. Kenapa? Semua oposisi marah ke segala arah. Marah ke segala arah artinya marah tanpa arah. Tolol, goblok, bego. Eh, hobi saya itu naik gunung bukan naik kursi menteri itu. Orang itu datang maka saya akan dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya menolak.
Oh, ya. Alasan gua menolak apa? Maksimalnya yang ada sekarang adalah kabinet bayangan. Membayang-bayangi kabinet. Enggak ada kualitasnya akhirnya. Kabinet bayangan membayang-bayangi kabinet. Artinya dia ada di dalam cermin yang sama. Enggak ada ide. Saya kasih ide, radikal break. 90% kabinet bubarin. Lalu orang, kenapa Rocky enggak bergabung dengan kabinet bayangan? Loh, gua ingin bubarin kabinet, ngapain bayang-bayangin kabinet?
Ini-ini-ini, di mana otak ini? Kalau suatu waktu He em. tiba-tiba memang panggilan untuk mengabdi itu datang. He em. Satu waktu. Akan saya Tiba-tiba, siapa kek, teman Abang jadi presiden. Eh. Minta itu. Ya, terus Bang, bantu saya di kabinet ya. He em. Jumlahnya pasti enggak 109 kan? Hah? Ya, mungkin-mungkin aja. Iya, justru itu saya bilang kalau tawaran itu datang maka saya akan dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya menolak.
Oh, ya. Kenapa Bang? Karena kita sudah bisa tahu kan? Eh. Itu motifnya apa itu? Eh. Orang minta di-back up. Eh. Artinya dia lemah. Hahaha. [tertawa] Artinya dia potensi untuk memakai kita sebagai tameng dia tuh. Eh. Nah. Tapi kalau orang bilang memang Abang punya kemampuan di ruang itu kan dia bukan minta tameng tapi minta agar memang berhasil begitu. Iya, tapi saya menganggap bahwa saya lebih punya kemampuan di luar ruangan itu.
[tertawa] Itu. Ya ini soal soal hobi saja kan. Banyak orang yang hobinya masuk ke kekuasaan anak atau hobi saya itu naik gunung bukan naik kursi menteri itu. Abang sendiri dianggap layak untuk masuk kabinet. He em. Kenapa enggak mau? Kenapa? Kenapa Abang salah dorong Bang Jumhur? Ya di mana-mana. Kalau komunikasi Abang lebih banyak dicintai orang tuh, itu produk-produk komunikasi istana kan menyedihkan menurut saya. Ya masalahnya kan istana enggak ngerti beda antara public relation dan public opinion.
Ah. Public relation artinya istana mempromosikan presiden supaya dicintai rakyat. He em. Padahal rakyat tangkap itu sebagai upaya untuk membujuk rakyat menyetujui semua program yang sebetulnya juga kadang kala tidak sesuai dengan keinginan rakyat. He em. Jadi istana tidak boleh bukan sekedar-sekedar. Dia jangan jadi PR itu pasang iklan doang. Dia mesti perhatikan public opinion, bukan sibuk dengan public relation. Public opinion itu diproduksi oleh jurnalis, diproduksi oleh kampus, oleh aktivis.
Itu yang mesti diajak debat dengan presiden. Jadi presiden Jadi presiden harus berdebat dengan public opinion. Itu baru demokrasi. Yang terjadi sekarang presiden diasuh oleh public relation istana. He em he em he em. Ngaco itu tema begituan saja. Coba tanya apa apa Kodar atau Hasan Nasbi. Eh. Mengerti itu. He em. Jadi kepahaman itu He em. cara bertutur, cara menjelaskan kan sudah ada di Abang. Kenapa Abang enggak mau masuk kabinet?
Gua perlu orang datang ke gue buat gua ajarin supaya gua kirim balik ke kabinet. [tertawa] Jadi sama sekali tidak tertarik. Ya saya Sekarang ada orang yang mau sedang mau bilang nih Bang Rocky sedang sudah ditundukkan dan akan masuk kabinet dalam waktu dekat dan lain-lain. Kemarin gua tundukin kabinet. [tertawa] Kan itu selalu orang punya pengertian semacam itu tuh. Bahkan saya sudah bilang di tulisan terbuka, saya enggak mau ditawarin menteri, saya mau saya pilih sendiri.
Itu baru otentik tuh, ngapain nerima tawaran. Kalau kita ingin kita minta dong, kita bilang saya mau tuh. Cuman ya presiden pasti tolak. [tertawa] Karena saya minta jadi Jaksa Agung. Tapi lebih baik kan jadi teman diskusi presiden setara daripada jadi kabinet yang adalah bawahan presiden. [tertawa] Enggak mau gue. Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis?
Kemampuan untuk melihat akses-akses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi presiden. Itu fungsi normatif dari dewan. Tentu ada fungsi yang lebih politis, yaitu memonitor situasi politik, memonitor situasi kebudayaan. Ini semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota. Bukan tanggung jawab kelompok, tanggung jawab etis.
Karena itu pertanggungjawaban pertama adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkrit. Jadi dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkrit harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi. Diperlu, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan Republik. Semacam oversight komite dalam perusahaan namanya oversight komite. Tapi karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan ketajaman naluri harus diandalkan dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri.
Oke. Orientasinya mengubah persepsi terhadap publik atas kebijakan Bukan mengubah persepsi, mengolah persepsi itu supaya sama dengan persepsi presiden. Berarti Kan seringkali itu persepsi publik itu berbeda karena menangkap masalah yang ada di publik kemudian mengolah mengolahnya untuk ke presiden itu. Bukan itu urusan Bakop itu, tetapi Dewan Pertimbangan itu mengolah isu untuk Gimana? Iya. Karena itu biar saya terangkan dulu ya.
Silakan, Pak. Mengolah isu untuk diletakkan pada koridor etis. Kalau koridor politis itu di kabinet. Jadi kemampuan individual untuk menangkap bahkan secara batiniah problem itu menjadi andalan dari Dewan ini. Bang, Bang. Bang, alasannya kenapa sih terkait pertimbangan untuk menerimanya, Bang. Alasannya untuk masuk ke Wantimpres ini. Akhirnya pertimbangan Abang sendiri seperti apa alasannya? Alasan gua menolak apa? Gua tidak ada alasan untuk menolak, Bang.
Tapi biar lebih bebas buat mengkritik dan catatan kritis kalau ada di luar. Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh. Kenapa harus kritis? Karena pasti ada persepsi negatif. Ada persepsi positif, dua-duanya persepsi itu. Karena itu tugas Dewan tadi saya terangkan dengan sempurna dan kalian enggak dengar dengan sempurna. Dia mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detail persoalannya di mana.
Dan itu yang dijadikan pertimbangan tuh. Kan Anda biasa eee apa namanya kalau bikin surat keputusan tuh? Mengingat, menimbang, memutuskan, menetapkan. Tugas Dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan. Penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden itu. Enggak, agar eee Wantimpres ini kan tadi mengkritisi, bukan eee mengkritik gitu ya. Agar tidak Bukan mengkritisi, kritis terhadap ini ini.
Jangan jangan salah buat ya. Kritis terhadap, bukan mengkritisi, kritis terhadap kebijakan. Nah, bagaimana agar ruang itu tidak bias begitu? Karena kan bagian dari pemerintah juga. Bagaimana, Bu? Apa yang Ibu maksud bias? Siapa yang bias? Wantimpres ini dalam eh me Bukan mengkritisi. Enggak bias. Supaya kritis atas kebijakan pemerintah itu supaya tidak bias itu seperti apa, Bu? Bias artinya dalam fisika bias artinya defleksi itu dia bengkok jadi bias terhadap apa kan?
Apa yang bias? Agar objektif misalnya tidak dipengaruhi oleh political interest atau Ya pasti di di di pengaruhi. Mau dipengaruhi oleh siapa? Kan enggak ada. Semua hal yang etis itu sifatnya wajib, harus, normatif. Baik. Nah, itu bedanya antara kebijakan etis dan kebijakan teknis. Kebijakan teknis itu adalah tugas dari teman-teman di departemen, di kementerian itu. Jadi, kita di Wantimpres tidak mengevaluasi kebijakan teknisnya.
Itu ada apa kalau di kementerian irjennya yang mengawasi itu. Kita mengawasi arah dari kebijakan supaya sesuai dengan janji presiden pada waktu kampanye, sesuai dengan tema yang diinginkan oleh presiden. Misalnya bahwa kemakmuran rakyat itu harus didalilkan habis-habisan. Nah, itu kita monitor itu. Persepsinya tiba di publik sama enggak tuh? Kalau tidak sama berarti ada kekurangan komunikasi, diperbaiki. Kita membuat pertimbangan itu buat presiden.
Bukan kita yang memperbaiki gitu ya. Prosesnya hubunginnya kapan sih, Bang? Kenapa? cerita background Abang ini diminta oleh presiden untuk amanah ini kapan gitu, Bang? Ya, apa pentingnya itu selain Boleh cerita, Bang. Ya, itu cerita nanti di di di bagian eh after tutorial. [tertawa] Tadi pagi, Bang, di ditugaskan oleh presiden. Ya, apa pentingnya itu? Buat apa coba? [tertawa] Buat publik. Buat publik. Kan enggak ada beritanya kan.
Nanti soal itu yang kalian beritakan sementara esensinya enggak kalian beritakan kan. Bung Rocky boleh Mungkin ke depannya entar sistemnya apakah akan mengkritisi setiap kebijakan yang ada atau akan melakukan sebuah kerja tadi lu enggak dengar saya sudah bilang bukan mengkritisi kritis terhadap [tertawa] udah deh ini Metro ini tujuannya bicara kalau Metro cara bertanya begitu coba. Oke Bung Rocky ya. Hmm yang lain apa?
Oke. Udah ya. Makasih. Oke Bung Iya. Bung kalau misalnya satu kan yang identik dengan Bung Rocky ini kan dikenal sebagai orang yang ee gemar mengkritik kan sebelum di luar pemerintah kan mengkritik ya Bung ya. Ee dan ketika gabung oleh pemerintah Presiden ini ee menjadi sorotan gitu kenapa ee kan tadinya mengkritik dari luar mengawasi juga tapi dari luar gitu nah ketika di dalam ee pemerintahan gitu apakah tidak bias nanti dipengaruhi kepentingan politik gimana menjawabnya? cuma pindah dari luar ke dalam apa bedanya?
Sikap saya tetap sama ya Bung ya pandangan saya tetap sama pandangan saya tetap radikal break enggak [berdehem] Radikal [tertawa] ya. Iya dong. Siap. Ya. Makasih. Makasih ya Bung. Oke. Tetap radikal ya kalau di sana. Hmm. Pertanyaan kalian enggak radikal ya gua enggak mau jawab lah.
The words are the caption track's own and nothing is reworded or re-transcribed. Paragraph breaks are placed between sentences so the text reads as prose.
Free tools for your own script: paste a draft and see where it stands before you record it.
Paste your draft and see where viewers are likely to drop off, with a rewrite for each weak line.
Paste the first 30 seconds of your own draft for a hook score and rewrites.
Check your draft against YouTube's advertiser-friendly guidelines before you record it.
Read this channel's public videos and transcripts, and download a writing brief for it.