Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.
Getting the transcript
Reading the captions from YouTube. A video nobody has opened here before takes 10 to 30 seconds; this page fills in on its own.

Sudut_Lingkaran · @Sudut_Lingkaran
Words
875
Runtime
8:49
Speaking pace
99wpm
Reading time
4min
99 words per minute, below the 160 25th percentile of 349 measured videos. That distribution comes from the 349-video hook study.
Opening (first 30 seconds)
Kan sudah ada, Pak. Saya mencabut di ruang persidangan ini, hanya di ruang persidangan ini. Keterangan saya mengenai sidang ilegal karena saya dalam kondisi tertekan. Anda tidak boleh tidak boleh lagi, sudah cukup. Baik, kalau memang seperti itu, kami menghormati putusan Iya. Yang Mulia. Karena sebelumnya ya. Kami mengerti prinsip-prinsip
50 words, the words spoken in the first 30 seconds at 99 words per minute.
Free, no signup. See how the first 30 seconds hold attention, with rewrites.
Sentence shape
| Measure | This transcript |
|---|---|
| Sentences | 107 |
| Average words per sentence | 8.2 |
| Longest sentence | 40 words |
| Questions asked | 9 |
| Sentences containing a number | 7 |
Most used terms
Free, no account. See where attention is likely to drop, with a rewrite for each weak line. The free check shows the scores and the one issue costing the most. Or run it on the words above first.
Free · No login · See a sample audit first if you prefer.
What this transcript is
Every word below is the caption track YouTube publishes for this video, pulled from the video itself and reproduced unchanged. It is not Prepublish's writing, not a summary, and not a re-transcription: it is the video's own published captions. Indonesian captions, generated automatically by YouTube, in the video’s original language. Source: the video on YouTube. A channel that would rather this page did not exist can ask for its removal through the contact page, and it is removed.
No Script X-ray for this video: YouTube shows a Most replayed graph only once a video has enough views.
Kan sudah ada, Pak. Saya mencabut di ruang persidangan ini, hanya di ruang persidangan ini. Keterangan saya mengenai sidang ilegal karena saya dalam kondisi tertekan. Anda tidak boleh tidak boleh lagi, sudah cukup. Baik, kalau memang seperti itu, kami menghormati putusan Iya. Yang Mulia. Karena sebelumnya ya. Kami mengerti prinsip-prinsip negara hukum. Terima kasih. Terima kasih, silakan meninggalkan. Skors sidang dicabut.
Kita lanjutkan, ini eh sesi untuk mendengarkan keterangan ahli pihak terkait. Kebetulan pihak terkait eh tidak mengajukan saksi. Ada dua orang ahli yang di eh diajukan. Pertama, Muhammad Ruliandi, kedua, Inna Setiawati. Betul eh pihak terkait? Betul, Yang Mulia. Oke. Kita akan apa, ambil sumpah kedua ahli. Eh. Silakan apa, ke depan. Izin. Oh iya, silakan. Tunggu dulu, tunggu dulu. Iya. Eh mohon duduk dulu. Iya. Eh ini saya perlu klarifikasi lebih dulu untuk ahli Saudara Muhammad Ruliandi, ya.
Saya kebetulan menonton, melihat ya, talkshow Anda yang ada juga Pak Doktor Refly Harun, saya lihat di sebuah televisi yang mengatakan bahwa persidangan perkara ini ilegal. Ketua Mahkamah Konstitusi ilegal. Nah, saya mohon penjelasan Anda, kalau persidangan perkara ini ilegal ya, untuk apa juga Anda menjadi ahli dalam perkara ini? Wong persidangannya ilegal menurut Anda kok. Ya. Ini menyangkut konsistensi dan kredibilitas Anda sebagai ahli.
Ya. Kalau Anda sudah punya pendapat bahwa persidangan ini adalah ilegal, ya, ini enggak apa? Saya enggak tahu ini pihak terkait tahu apa tidak itu. Ya, ada di TV itu. Ya. Nah, atau kalau pihak terkait enggak tahu, apakah Anda menjelaskan posisi Anda yang Anda sampaikan di televisi itu, ya, bahwa persidangan ini ilegal. Ya. Kecuali nanti dalam keterangan Anda, Anda hanya mau mengatakan bahwa persidangan ini ilegal, itu masalah.
Tapi itu harus jelaskan dulu. Termasuk ketika Anda mengatakan bahwa Ketua Mahkamah Konstitusi yang sekarang ini adalah ilegal. Saya sudah membaca keterangan ahli Anda dan tidak Anda tidak baca tentang ilegalitas dari persidangan ini. Anda bicara Gustav Radbruch dan lain sebagainya itu. Tuh. Mohon itu melalui Ketua Sidang agar diklarifikasi dulu. Ya. Ya, makasih. Sebelum sebelum dijawab, Anda harus ee mencabut pernyataan itu.
Kalau tidak, ee Anda tidak bisa menggunakan apa? Ee keahlian saya Saudara di sini. Karena Anda tidak bisa hadir di sidang yang Anda tuduh ilegal ini. Boleh saya jawab ya, Bu Lia? Silakan. Sebetulnya ini adalah momentum saya untuk memberikan pandangan hukum saya sebagai akademisi, sekaligus saya ingin memberikan kritik kepada Mahkamah Konstitusi dalam rangka MK konsisten terhadap putusan nomor 282 tahun 2025 atas pengujian pasal pidana KUHP pasal 240 dan pasal 241.
MK siap menerima kritik dari warga masyarakat sebagai bagian dari salah satu lembaga negara. Betul. Oleh karena itu, saya menggunakan jalan pemikiran saya secara hukum dan akan saya sampaikan alasan-alasan hukum saya dalam mengkritik, bukan menghina. Mengkritik kepada MK supaya meluruskan MK sesuai dengan makna Undang-Undang Dasar 45 mengenai sidang ilegal. Satu, yang kedua mengenai ketua MK ilegal ini berkaitan dengan putusan PTUN yang saya ada di dalamnya sebagai ahli dan amar putusannya adalah membatalkan SK nomor 17 tahun 2023 merupakan hasil dari berita acara pleno pemilihan ketua MK.
Pak Suhartoyo. Yang ditindaklanjuti setelah berkekuatan hukum tetap tanggal 16 Desember 2024 maka semestinya mengembalikan kepada konstitusi ketua MK dipilih dari dan oleh para hakim MK. Tetapi SK nomor 8 masih menggunakan berita acara yang sudah dibatalkan oleh PTUN. Oleh karenanya, saya sebagai orang yang mengerti hukum dan belajar hukum S1, S2, S3 saya, saya mengatakan ini adalah ketua MK ilegal. Itulah pandangan hukum saya sebagai bentuk kritik saya dan saya sudah menyerahkan surat saya secara terbuka mengenai ketua MK ilegal itu pada tahun 2025 sebelum terjadinya persidangan persidangan ilegal ini.
Oke. Cukup. Cukup. Kami tadi sudah mendiskusikan kalau Anda tidak menarik itu Anda tidak bisa hadir dalam persidangan ini. Demi kepentingan bangsa dan negara Kan sudah ada apa? Saya mencabut di ruang persidangan ini, hanya di ruang persidangan ini. Keterangan saya mengenai sidang ilegal karena saya dalam kondisi tertekan. Demi kepentingan bangsa dan negara, saya ingin menyampaikan pandangan hukum saya terhadap persidangan ini.
Oke, saya menghormati apa yang diminta oleh majelis hakim. Terima kasih. Cukup, cukup. Saudara pihak, apa? Pihak terkait, Anda tidak merasa dirugikan dengan sikap dia? Karena ini Kan hadir dalam sidang ini kan meng-appeal hakim. Anda bukan Anda yang saya men- saya tanya. Saya menanya kepada pihak terkait. Yang Mulia, kami mengundang ada tiga, tapi Yang Mulia menolak yang satu karena terlambat untuk menyampaikan eh pandangan eh sebagai pihak terkait, pandangan ahlinya.
Dan Pak Ruliandi sudah memasuki apa yang kita pikir adalah beliau salah satu yang tepat untuk bisa memberikan pandangan ahlinya dalam persidangan ini, Yang Mulia. Oke, jadi tetap diteruskan ya? Kalau diizinkan, Yang Mulia, kita teruskan. Kami minta waktu, kami akan bahas lagi. Skors, eh sidang kita skors. Skors sidang di- dicabut. Terima kasih sudah dengan sabar menunggu, kami sudah membahas. Kami memutuskan bahwa eh keterangan atas nama Muhammad Ruliandi kita terima secara lisan tapi tidak tertulis.
Itu keputusannya. Terima kasih. Bukan, maaf. Yang diterima adalah keterangan tertulisnya dan tidak menyampaikan keterangan lisan. Terima kasih dan tidak boleh menyampaikan apa-apa lagi. Ahli yang kedua disilakan. Eee. Anda tidak boleh tidak boleh lagi, sudah cukup. Baik, kalau memang seperti itu kami menghormati putusan Ya. yang mulia. Karena putusannya ya. Kami mengerti prinsip-prinsip negara hukum, terima kasih. Terima kasih, silakan meninggalkan ruang sidang.
Yang lain tidak boleh memberi komentar. Terima kasih.
The words are the caption track's own and nothing is reworded or re-transcribed. Paragraph breaks are placed between sentences so the text reads as prose.
Free tools for your own script: paste a draft and see where it stands before you record it.
Paste your draft and see where viewers are likely to drop off, with a rewrite for each weak line.
Paste the first 30 seconds of your own draft for a hook score and rewrites.
Check your draft against YouTube's advertiser-friendly guidelines before you record it.
Read this channel's public videos and transcripts, and download a writing brief for it.